Menggeliatnya Potensi Wisata di Masa Pandemi

Jatengpost.com – Sedikit demi sedikit, potensi wisata di sejumlah daerah semakin menggeliat. Mewabahnya Covid-19 lambat laun membawa dampak besar bagi pertumbuhan dunia wisata. Banyak tempat wisata yang tutup dan mengakibatkan pendapatan daerah menurun.

Lesunya dunia pariwisata juga berimbas kepada banyak pihak, di antaranya pedagang kuliner, pedagang cinderamata, tukang parkir dan sebagainya. Mereka sebagian akhirnya menjadi pengangguran dan tidak mempunyai pendapatan. Kondisi tersebut tentu tidak ada yang menginginkannya. Seperti diberitakan www.jatengpost.com, 20/06/2020, Pemerintah Kota Semarang akhirnya mengizinkan tempat wisata dan hiburan untuk dibuka kembali.

Pembukaan tempat wisata dan hiburan akan dibuka mulai 22 Juni 2020. Meski demikian, Pemkot mewajibkan pengelola tempat wisata dan hiburan untuk tetap memenuhi syarat protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 Tidak hanya di Semarang, beberapa warga juga mulai mengunjungi tempat wisata di sebagian wilayah Wonogiri dan sekitarnya. Beberapa destinasi wisata di Kota Sukses yang banyak ingin dikunjungi di antaranya adalah Waduk Gajah Mungkur (WGM), Watu Cenik, Soko Langit dan sebagainya. Kecenderungan mulai merangkaknya potensi wisata itu tentu membawa angin segar bagi seluruh komponen yang terlibat. Mereka tentu tidak ingin berlama-lama dalam keterpurukan.

Pada satu sisi, masyarakat membutuhkan pendapatan dan pada sisi lain warga butuh hiburan atau refreshing. Indonesia sebagai salah satu tempat tujuan wisatawan asing harus terus berbenah pada masa pandemi ini. Covid 19 membawa dampak wisatawan enggan berkunjung ke Semarang, Solo, Bali, Yogyakarta dan tempat-tempat dengan potensi wisata yang menarik wisatawan dari berbagai wilayah baik dalam negeri maupun luar negeri.

Patuhi Prokes

Lampu hijau dari dunia pariwisata harus disikapi positif seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai bangkitnya dunia wisata membawa dampak negatif pada meningkatnya jumlah penderita Covid 19. Untuk itu, kesadaran untuk mematuhi protokoler kesehatan (Prokes) harus dipegang erat. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, sebagai upaya minimal mesti dilaksanakan.

Jangan sampai abai dan membahayakan orang lain. Penulis melihat keinginan warga untuk berjalan-jalan, santai melepas penat dan kejenuhan di tempat-tempat wisata seperti sudah tak tertahankan lagi. Realita itu mestinya direspons positif pihak pengelola wisaya untuk menyediakan segala sesuatunya sebaik mungkin. Semoga pandemi segera berlalu, ekonomi terus membaik dan pulih demi kesejahteraan bersama. (Echya Monica, anggota UKM Literasi STAIMAS Wonogiri)

Opini ini sudah di muat pada 23 Juni 2020 diĀ https://www.jatengpost.com/opini/pr-3562420423/menggeliatnya-potensi-wisata-di-masa-pandemi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *