Webinar Prodi ES STAIMAS Wonogiri, UKM-Mahasiswa Harus Bersinergi

Wonogiri – Pelaku Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) harus bersinergi dengan mahasiswa pada masa pandemi ini. UMKM mempunyai kemampuan produksi barang dan mahasiswa memiliki keahlian untuk memanfaatkan teknologi komunikasi, sosial media dan informasi di era digital.

Demikian pernyataan Pembina Indonesia Council for Small Business (ICSB), Sukesti Nuswantari, pada acara Webinar Kewirausahaan Strategi Eksistensi Usaha di Masa Pandemi, Sabtu (14/8/2021).

Pada agenda yang diselenggarakan Program Studi Ekonomi Syariah (Prodi ES) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri itu hadir pula narasumber lain yaitu Wakil Direktur Wilayah LPP Sakinah Centre BKPRMI Sumatera Selatan, Doly Nofiansyah, SE, M.Si. dan Owner Nila Kencana yang juga Wakil Ketua III STAIMAS, Sugiyanto, SE, M.Si.

“Saya memotivasi mahasiswa yang ingin berwirausaha, dodolan dan ga punya modal. Ayo bersinergi dengan UKM. Di Wonogiri banyak sekali UKM,” kata Sukesti.

Menurut Sukesti dengan menjadi reseller akan lebih mudah dilakukan mahasiswa karena tidak memerlukan modal untuk memproduksi barang.
Pernyataan senada dikemukakan Doly. Dia menyatakan tahun-tahun ini bukan saatnya tahun kompetisi tapi untuk berkolaborasi, bersinergi dan bekerjasama.

“Kalau seandainya punya barang bagaimana caranya agar barang bisa terjual, berkolaborasi. Saya mendorong mahasiswa, civitas akademika harus betul-betul memahami perubahan-perubahan, melek digital. Mereka bisa menciptakan usaha, bagaimana memanfaatkan smartphone, media sosial agar bisa menghasilkan. Tidak punya usaha, tidak punya barang tapi masih bisa berusaha dengan menggunakan apa yang dimiliki,” jelas Doly.

Dia menyatakan siapapun harus bisa betul-betul melihat perubahan teknologi. Salah satu strategi mempertahankan usaha yaitu kreativitas untuk mencari strategi-strategi dan inovasi untuk mempertahankan usaha di masa pandemi.

Sugiyanto menyebutkan tiga strategi eksistensi di masa pandemi yaitu melakukan penerapan sistem online, meminimalisasi cost/biaya dan melakukan inovasi. Dia mencontohkan penerapan sistem online bisa dari manajemen atau pelayanan transaksinya. Ia melihat saat ini banyak masyarakat yang mengurangi interaksi langsung dengan orang lain. “Selain itu, cost harus ditekan sekecil mungkin dan siapkan strategi-strategi, inovasi untuk bergerak maju,” lanjutnya.

Harapan-harapan yang senada juga disampaikan Ketua Senat STAIMAS Wonogiri, Harun Abdul Khafizh, M.Pd dan Wakil Ketua I STAIMAS Wonogiri, H Indra Setiawan SE, MM. Harun berharap kampus dapat menjadi lentera bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademik dalam menyemangati masyarakat menghadapi masa Covid.

“Bagaimana Prodi ES dalam hal ini mahasiswa dan seluruh civitas akademik bisa ikut membangun usaha di daerahnya. Bagaimana Prodi ES menjadi pioner dalam hal memberdayakan masyarakat, ikut mengembangkan potensi-potensi lokal, mendorong kewirausahaan lebih berkembang. Di masa pandemi ini bagaimana bisa bertahan dan menciptakan bisnis yang makin apik dan cantik agar orang tertarik,” ujar Harun.

Indra sendiri melihat sebagian orang menyalahkan kondisi pandemi yang menyebabkan banyak aktivitas menjadi terganggu. Dia berharap masyarakat tetap bisa bertahan dan tidak menyalahkan kondisi yang telah ditakdirkan Allah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *