Bahas Wakaf Produktif, 5 Perguruan Tinggi Islam Selenggarakan Webinar Nasional

Wonogiri–Sebanyak 5 perguruan tinggi Islam menyelenggarakan webinar nasional membahas wakaf produktif, Sabtu (18/9/2021), melalui zoom meeting. Pada Webinar Bertajuk Optimalisasi Wakaf Produktif untuk Kebaikan Umat itu, hadir sebagai keynote speaker Ketua STAI minhaajurrosyidiin Jakarta, Prof.Dr.Sudarsono, M.Sc; Ketua STAI Mulia Astuti Wonogiri, H. Tri Gunawan Hadi, M.H; Ketua STAI Daarut Tauhiid Bandung, Mulyadi Al Fadhil, M.Pd.

Narasumber pada Webinar itu adalah Ketua STIS Darusy Syafa’ah Lampung Tengah, Dr.H.Andi Ali Akbar, M.Ag; Ketua STI Al Mukmin Surakarta, Sudarmadi Putra, M.Ud; dosen STAI Minhaajurrosyidiin Jakarta, Dr.H.Zainal Mukhid, S.Pd.I, M.Sy; Dosen STAI Daruut Tauhiid Bandung, Encep Mahdi Hidayat, S.H.I, M.H.; dan Ketua Prodi KPI STAIMAS Wonogiri, Nadhiroh, M.I.Kom. Acara dipandu moderator Kaprodi HES STAI Daarut Tauhiid Bandung, Senki Nurachmadi, M.H.

Tri menyampaikan di tengah-tengah pandemi ada banyak tugas yang terkait dengan permasalahan umat. “Ada situasi yang terjadi salah satunya adalah bagiamana agar aset-aset terorganisasi dengan baik termasuk di dalamnya wakaf-wakaf produktif. Wakaf selama ini yang dipahami hanya masjid,” ujar Tri.

Menurut Tri, yang belum dipahami adalah wakaf produktif yang bisa diberikan untuk kemasalahatan umat. “Menjadi tugas kita bersam agar umat bisa lebih paham dan mengetahui lebih jauh dengan peran wakaf untuk kemaslahatan,” imbuhnya.

Andi membahas materi Wakaf Produktif dalam Nalar Lintas Mazhab.Andi menyebutkan di dalam wakaf ada wakif (yang mewakafkan), mauquf (harta yang diwakafkan), mauquf ‘alaih (penerima hak guna wakaf) dan shighot (ijab-kabul).

“Mengganti harta wakaf menurut Hanafiyah boleh jika wakif menjelaskannya saat akad atau darurat. Barangnya akan rusak atau tidak produktif. Bila hanya kurang memuaskan , maka tidak boleh diganti,” terang Andi.

Dia menambahkan mengganti harta wakaf menurut Malikiyah boleh khusus pada harta bergerak jika ada hajat. Syafi’iyah, kata dia, boleh jika darurat. Adapun Hambalyah, boleh jika ada maslahat.

Selengkapnya dapat disimak di https://www.youtube.com/watch?v=VCbM4SOrujU

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *