Penyandang Disabilitas dan Kado Istimewa pada HDI 2021

Ada kado istimewa bagi Penyandang Disabilitas menjelang Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap 3 Desember. Tepatnya pada Rabu (1/12/2021), Presiden RI Joko Widodo melantik tujuh anggota Komisi Nasional (Komnas) Disabilitas pada Rabu (1/12/2021) di Istana Negara, Jakarta.

Seperti disebutkan dalam laman indonesia.go.id. Keberadaan Komnas Disabiltas adalah bukti nyata bahwa pemerintah jelas dan tegas dalam memperhatikan perlindungan dan penghormatan hak-hak penyandang disabilitas. Pelantikan Komnas Disabilitas (KND) tersebut merupakan wujud dari komitmen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam merealisasikan Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang tersebut diperkuat oleh Peraturan Presiden nomor 68 tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas.

Kehadiran Komnas Disabilitas tentu membawa angin segar bagi Penyandang Disabilitas. Harapan agar mereka diperlakukan setara bisa benar-benar diupayakan bisa terwujud dengan adanya Komnas Disabilitas. Dukungan pemerintah itu sangat berharga apalagi bagi penyandang disabilitas yang termasuk kategori fakir miskin dan orang tidak mampu. Mereka sangat membutukan bantuan untuk melanjutkan kehidupan pasca Covid-19.

Pada tahun 2021 ini, Peringatan HDI tahun 2021 secara internasional mengambil tema Leadership and participation of persons with disabilities toward and inclusive, accessible and sustainable post-Covid-19 world (Kepemimpinan dan partisipasi penyandang disabilitas menuju tatanan dunia yang inklusif, aksesibel dan berkelanjutan pasca Covid-19).

Di tengah kondisi pasca Covid-19, peringatan HDI tetap dilakukan di berbagai tempat dengan melaksanakan protokol kesehatan. Ada pula yang memperingatinya secara online dan hybrid. Beberapa kegiatan itu di antaranya adalah webinar, pameran, penyerahan bantuan, gebyar inklusi dan sebagainya.

Hampir sebagian besar masyarakat merasakan dampak Pandemi Covid-19. Apalagi bagi para penyandang disabilitas. Sebagian (besar) di antara mereka tentu berharap adanya perlakuan setara. Bukan untuk dibelaskasihani.

Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat perlu mendukung penyandang disabilitas lebih berdaya. Pelatihan-pelatihan, pendampingan dan kegiatan pemberdayaan lain harus terus digalakkan. Anggaran tak harus dari pemerintah semua. Support dana bisa didapatkan melalui hibah-hibah kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang akan menyalurkan anggaran corporate social responsibility (CSR).

Dukungan juga bisa diperoleh dari non-governmental organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat. Negara-negara Uni Eropa, UNICEF dan organisisasi buruh Internasional (Internatioan Labour Organization/ILO) serta beberapa negara lain menjadi pendonor bagi pemberdayaan disabilitas.

Mari kita menjadi bagian dari orang-orang yang bermanfaat bagi teman-teman penyandang disabilitas. Kita bisa ikut support mereka sekecil apapun. Misalnya dengan memasarkan produk-produk karya mereka. Saat ini semakin banyak penyandang disabilitas yang terus berkembang dan sukses. Harapannya bisa maju dan sukses bersama.

“Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit…(Q.S. an-Nūr [24]: 61). Syekh Ali As-Shabuni dalam Tafsir Ayatul Ahkam menjelaskan substansi firman Allah Ta’ala (Surat An-Nur ayat 61) adalah bahwa tidak ada dosa bagi orang-orang yang punya uzur dan keterbatasan (tunanetra, pincang, sakit) untuk makan bersama orang-orang yang sehat (normal), sebab Allah Ta’ala membenci kesombongan dan orang-orang sombong dan menyukai kerendahhatian dari para hamba-Nya. Wallahu ‘alam bish showwab

(Harits Abdurrahman Hasyim, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS Wonogiri)

Artikel opini ini sudah tayang di https://www.areanews.id/read/03/12/2021/penyandang-disabilitas-dan-kado-istimewa-pada-hdi-2021/ pada 3 Desember 2021.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *