Memaknai Berkah di Balik Musibah

Erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 lalu masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Terdapat 20 ayat Alquran menyebutkan tentang gunung. Salah satunya pada Surat Ar Mursalat ayat 10 :
“Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu.”

Sebagian masyarakat di Indonesia sudah tak asing dengan keberadaan gunung. Di beberapa wilayah juga terdapat gunung yang masih aktif bererupsi. Gunung-gunung itu sewaktu-waktu bisa erupsi/letusan gunung api dan menyemburkan lahar.

Mengutip situs respi www.bnpb.go.id/, erupsi Gunung Semeru pada awal Desember 2021 lalu menyisakan dampak korban jiwa, kerusakan fisik maupun pengungsian. Korban luka-luka akibat awan panas guguran masih mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan hingga saat ini.

Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru per 21 Desember 2021, pukul 18.00 WIB mencatat korban meninggal bertambah 1 jiwa sehingga total meninggal dunia akibat erupsi menjadi 51 jiwa. Penambahan korban tersebut dari warga yang sebelumnya dirawat akibat luka bakar. Selain jumlah korban meninggal, Posko mencatat 5 potongan tubuh ditemukan di lokasi terdampak.

Siapapun tak ada yang menghendaki bencana. Tak seorangpun yang ingin tertimpa musibah. Namun, musibah itu bisa menjadi sarana untuk menempa manusia. Seperti yang disebutkan dalam [QS. al-Hadid (57): 22-23] yang artinya:

Tiada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kamu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Menghadapi musibah, seseorang hendaknya berbaik sangka dengan kehendak Allah. Manusia perlu introspeksi diri, apakah musibah itu terjadi karena ulah tangan manusia yang serakah atau kemungkinan Allah memiliki rencana yang lebih baik.
Biasanya, terkait erupsi, masyarakat setempat memakai ilmu niteni. Beberapa tanda yang biasanya disampaikan oleh beberapa orang adalah terjadinya gempa lokal, binatang turun dari gunung, meningkatnya suhu di sekitar gunung berada, mata air di sekitar gunung mengering, tumbuh-tumbuhan layu.

Namun, terkadang imbauan pemerintah untuk mengungsi tidak semua mau mentaati. Sehingga jumlah korban pun menjadi banyak ketika terjadi erupsi. Selain dampak negatif, erupsi juga membawa dampak positif. Di antaranya semburan erupsi membawa material letusan seperti pasir dan batu (sirtu), abu vulkanik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah, dan munculnya usaha-usaha pertambangan. Semoga kita semua dapat memaknai berkah dibalik musibah. Wallahu’alam bish showwab. (Annisa Nur Rohmah, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS Wonogiri)

Artikel ini pernah tayang di https://www.areanews.id/read/31/12/2021/memaknai-berkah-di-balik-musibah/  pada 23 Desember 2021.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *