Manfaatkan Kain Perca dan Baju Bekas, Dosen Prodi ES Melatih Kreativitas Ibu-ibu di Malangsari

Wonogiri–Ada beragam peluang bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah. Salah satunya pembuatan dompet dari kain perca dan baju bekas. Termasuk juga disampaikan jenis bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan dompet dari kain perca dan baju bekas.

Pelatihan pembuatan dompet dari kain perca dan baju bekas dilakoni mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti atau KPM Tematik STAIMAS Wonogiri. Mereka menggandeng ibu-ibu untuk latihan membuat dompet di Masjid Al Barokah Dusun Malangsari Desa Bulusulur Wonogiri.

Salah satu mahasiswa KPM Tematik STAIMAS Wonogiri, Aprilia, menuturkan pada pelatihan membuat dompet itu mereka memanfaatkan kain perca dan baju bekas yang masih layak digunakan. Hadir sebagai pelatih dosen Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS, Mutia Azizah Nuriana.

Berikut ini ada perhitungan biaya dan keuntungan bisnis pembuatan dompet dari kain perca dan baju bekas. “Kegiatan itu sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Diharapkan bisa menjadi peluang usaha bagi warga Dusun Malangsari Desa Bulusulur Wonogiri,” ujar Aprilia yang merupakan mahasiswa Prodi PAI itu.

Selain kain, alat-alat dan bahan yang diperlukan yaitu kain, kertas yellow board, busa kain, lem sepatu, kancing atau magnet dan gunting. Mutia tidak hanya menjelaskan secara teori saja tetapi juga langsung praktik bersama ibu-ibu. Masing-masing peserta juga langsung praktik membuat dompet tersebut.

Menurut Mutia, butuh waktu pengerjaan maksimal 30 menit untuk 1 dompet. Di pasaran, harga dompet bisa di jual dengan harga kisaran Rp 30.000 – Rp 50.000. Harga bahan total semua sekitar Rp 82.000 untuk 11 11 dompet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *