Pemuda Bersatu Bersama Membangun Bangsa

Sumpah Pemuda
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Rumusan isi Sumpah Pemuda merupakan hasil kesepakatan Kongres Pemuda II yang dibacakan pada 28 Oktober 1928.
Gun Gun Heryanto dkk dalam bukunya Literasi Politik (2019) menyebutkan ikrar sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa merupakan ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Pada tahun 2022 ini, tema dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 adalah “Bersama Bangun Bangsa”. Semua komponen masyarakat bahu membahu membangun Bangsa ini menjadi lebih baik, maju, bermartabat dan sejahtera. Kemajuan Bangsa ini bukan hanya tugas sekelompok atau sebagian orang. Masing-masing warganegara bisa mengambil peran untuk mengantarkan Bangsa ini lebih maju.

Mahasiswa bisa mengambil peran dari sisi mana saja untuk ikut membangun Bangsa. Generasi muda menjadi harapan Bangsa. Mari bersama-sama membangun Bangsa ini dengan kemampuan yang ada. Mengharumkan nama Bangsa bisa dengan berbagai cara. Misal melalui prestasi baik akademik maupun non akademik. Mempersembahkan torehan prestasi baik di tingkat lokal, nasional dan internasional menjadi salah satu cara berbakti kepada Negeri.

Para pemuda dan pemudi jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi upaya-upaya pemecah belah persatuan. Kehadiran media sosial sebagian digunakan dengan kurang bijak. Ujaran kebencian, caci maki dan konten-konten kurang mendidik banyak dijumpai di media sosial.

Pemuda jangan lengah dan tergoda dengan dunia maya. Tantangan ke depan semakin berat. Jika tak mampu memanage diri dan memanfaatkan waktu maka kita sendiri yang akan merugi. Peluang sebenarnya semakin terbuka lebar untuk para mahasiswa jika mau kreatif. Relasi dan kemudahan berkomunikasi bisa dimanfaatkan untuk memasarkan banyak hal.

“Dari Ibn Abbās ra, bahwa Nabi saw. pernah memberi nasehat kepada seseorang untuk menggunakan secara maksimal lima hal sebelum datang yang lima pula; masa mudamu sebelum datang masa tua, masa sehatmu sebelum masa sakit, masa kayamu (ketika berkecukupan) sebelum masa fakir (membutuhkan, tidak punya apa-apa), waktu luang, kesempatanmu sebelum masa sibuk, dan masa hidupmu sebelum datang kematian.”

Mari kita manfaatkan masa muda sebaik mungkin sebelum datang masa tua. Jika memiliki kemampuan Bahasa Inggris bisa menawarkan les atau privat. Apabila senang berdagang, maka peluang yang ada bisa digunakan untuk berjualan. Tak perlu ragu dan malu untuk berkembang. Sejauh itu tidak melanggar aturan, etika atau norma, niscaya banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan.

Mari kita bersama membangun Bangsa dari manapun berada, dengan potensi-potensi yang dimiliki. Tetap solid dengan ikrar sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. (Kristanto, Mahasiswa Prodi ES STAIMAS Wonogiri, Ketua Bank Mini Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS)

Opini ini sudah dimuat di https://www.areanews.id/read/28/10/2022/pemuda-bersatu-bersama-membangun-bangsa/ edisi 28 Oktober 2022.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *