Kunjungi STAI DT, Prodi ES Pelajari Pengembangan Usaha Penggerak Ekonomi Umat

WONOGIRI—Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri mengunjungi STAI Daarut Tauhiid (DT) Bandung dalam rangka benchmarking mutu prodi dan institusi, Jumat (7/7/2023).

STAI DT dipilih STAIMAS menjadi salah satu mitra kerjasama pendidikan karena STAI ini berada di bawah naungan Yayasan DT yang sudah dikenal sebagai pelopor pengembangan Islam di bidang dakwah, sosial dan wakaf produktif, pendidikan,  serta wirausaha dan dibina langsung KH Abdullah Gymnastiar.

Supaya peran dan fungsi DT di bidang ekonomi syariah dapat optimal, dibangun lembaga besar yaitu Yayasan Daarut Tauhiid Peduli, Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT, dan Perusahaan-perusahaan penggerak ekonomi umat yaitu Manajemen Qolbu (MQ) Corporation.

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli merupakan lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pengelolaan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Hasil penghimpunan dana ZISWAF tersebut digulirkan kepada penerima manfaat dalam bentuk program pelayanan dan pemberdayaan dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah dan sosial kemanusiaan.

Devina Melinawati, selaku dosen Prodi Ekonomi Syariah (ES), diajak berkeliling Ketua STAI DT, Dr. Mulyadi Al Fadhil, M.Pd menelusuri hasil nyata DT Peduli. Di antaranya  yaitu unit usaha kopontren DT seperti Swalayan Sehati Muslim Mart, Penginapan Daarul Jannah Cottage, Rental Kendaraan Trans IT, usaha kemitraan Carofee Bakery and Coffee, BMT, serta berbagai anak perusahaan yang sahamnya dimiliki Kopontren DT dan Yayasan DT seperti BPRS, PT MQTV, serta CV dan PT yang bergerak di bidang jasa EO, catering, kontruksi, dan lain-lain.

“Ini menjadi bukti bahwa Lembaga Wakaf DT telah berhasil mengelola aset-aset wakaf menjadi Kawasan Wakaf yang terintegrasi sebagai pusat ekonomi mulai dari pertokoan dan pasar modern, media televisi, cetak dan online, radio, perkantoran, dan lain-lain, sehingga aset-aset wakaf tersebut tidak hanya manfaat, tapi juga produktif secara terus menerus,” terang Mulyadi yang juga merupakan Ketua Lajnah Syariah DT.

Pengembangan itu merupakan wujud kemandirian ekonomi terintegrasi keuangan syariah dalam mendukung halal value chain pada Ekosistem Keuangan dan Ekonomi Syariah di pondok pesantren.

“Manfaat benchmarking yang dirasakan STAIMAS khususnya bagi Prodi Ekonomi Syariah adalah sebagai bahan kajian dosen Prodi ES dalam penelitian dan PkM terkait implementasi Ekosistem Keuangan dan Ekonomi Syariah di lingkungan pondok pesantren seperti yang telah diterapkan oleh Pondok Pesantren DT,” terang Devina yang merupakan Sekretaris LPM STAIMAS itu. (Devina)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *